olahraga

now browsing by tag

 
 

Ricky Nelson Memberi Petuah Untuk Generasi Muda Pemain Sepak Bola

Regenerasi selalu terjadi di industri sepakbola nasional. Artinya, para pemain senior akan segera pensiun dan digantikan oleh bintang-bintang muda. Sayangnya, tidak semua pemain baru dapat sukses berlaga di tingkat profesional. Melihat kondisi tersebut, Ricky Nelson turut memberi nasihat dan motivasi.

Siapa Ricky? Saat ini, beliau merupakan pelatih dari tim Sulut United. Karena kedekatan yang dia miliki dengan sepak bola untuk usia muda, dia ingin berbagi saran dan tips kepada generasi-generasi penerus yang ingin terjun di karir pro.

1. Sepak Bola Indonesia dan Bakat-Bakat Muda

Semua manajemen sepak bola di seluruh dunia pasti menggunakan strategi regenerasi. Mereka memanfaatkan semua bakat muda di kompetisi. Di Indonesia, metode tersebut juga diterapkan secara baik dan sudah ada sejak Liga 1 pertama kali diselenggarakan (sekitar tahun 2017).

Bahkan, pihak PSSI mengeluarkan aturan khusus togel online terbaik terkait penggunaan pemain muda di bawah umur 22 tahun. Edy Rahmayadi selaku mantan ketua organisasi tersebut menyatakan bahwa memang ada kewajiban seperti itu. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan bibit-bibit baru dan berlaga di kompetisi internasional.

Kini, kebijakan yang mirip diterapkan oleh ketua baru PSSI Mochamad Iriawan. Dia meminta semua klub untuk memiliki pemain yang berusia di bawah 20 tahun. Tujuannya adalah membentuk timnas U-20 guna melakoni laga Piala Dunia U-20 di tahun 2021 mendatang.

Masalahnya, usaha mendapatkan dan mengembangkan bibit baru tidaklah mudah. Semua klub harus bekerja ekstra dan bisa memotivasi para pemain tersebut. Selain itu, bakat dan kemauan keras dari sang generasi muda juga menentukan hasil akhirnya.

2. Pendapat Ricky Nelson

Di channel Youtube Dendi Santoso (pemain Arema FC), Ricky Nelson sempat memberi pesan khusus untuk para generasi muda yang baru pertama kali terjun di ajang profesional bersama tim-tim Liga 1. Menurutnya, dua modal terpenting yang harus mereka miliki adalah konsistensi dan komitmen.

Sang mantan pelatih tim Borneo FC ini menambahkan bahwa profesional adalah seseorang yang dibayar untuk pekerjaan yang dia lakukan dan kuasai. Seorang pro juga mendapat gaji penuh atas pekerjaan tersebut.

Komitmen pertama yang harus dimiliki terkait dengan kontrak kerja. Para pemain muda harus mempelajari kontrak dengan seksama dan mematuhi semua aturan yang berlaku. Selain itu, mereka wajib patuh terhadap aturan yang dimiliki klub atau tim tempat mereka bermain.

Pesan berikutnya adalah terkait komitmen dan konsistensi di lapangan. Artinya, semua pemain muda tidak boleh setengah-setengah dalam bertanding. Sebaliknya, mereka wajib memberikan performa 100% dan berjuang untuk kemenangan tim.

Menurut Ricky, performa yang bagus di lapangan tidak akan cukup. Semua pemain muda wajib memiliki sikap yang tepat dan mampu menjaga diri. Semua hal yang berdampak buruk terhadap disiplin berlatih harus dihilangkan. Ini termasuk bermain game online dan sibuk bersosial media. Ricky bukan melarang bermain game, namun menasehati untuk paham kapan waktu berlatih dan kapan waktu mendapatkan hiburan.

3. Ricky dan Akademi Sepak Bola Miliknya

Karena tertarik untuk menemukan dan mengembangkan bakat-bakat muda di sepak bola nasional, kini Ricky sudah memiliki dan mengelola sebuah akademi khusus yang bersistem mes. Di sana, para pemain bola mulai diajari disiplin dan disiapkan untuk berlaga di ajang profesional. Akademi tersebut menerima pemain mulai dari umur 13.

Lokasinya di Lawang, Malang. Lalu, kenapa harus menerapkan sistem boarding house? Ricky berujar bahwa sistem ini secara khusus memisahkan anak-anak dari pengaruh dunia luar dan bisa lebih fokus di dunia sepak bola.

Kemenangan Atas Palace, Pochettino Puji Juan Foyth

Kemenangan Atas Palace, Pochettino Puji Juan Foyth

Pertandingan antara Crystal Palace yang menjamu Tottenham Spurs masih terus menjadi pembicaraan hangat. Usai laga tersebut, Palace berada di zona degdradasi karena kalah di kandang sendiri yang diisukan akibat Wilfried Zaha yang absen karena cedera hamstring. Juan Foyth diklaim sebagai man of the match duel sengit yang berakhir dengan skor 0 – 1. Cukup wajar jika kemudian Mauricio Pochettino memuji kemampuan Juan Foyth yang bermain sangat apik.

Pujian Mauricio Pochettino Untuk Juan Foyth

Kemenangan atas Palace, bagaimanapun menjadi mood booster bagi Tottenham Spurs. Mauricio Pochettino juga sangat berbahagia. Dia bahkan sempat memuji ‘kualitas’ Juan Foyth setelah mencetak gol untuk Tottenham Spurs di kandang Crystal Palace. Pujian ini diberikan bukan tanpa sebab dan bukan hanya karena gol yang dilakukan Juan Foyth, melainkan juga karena kualitas bermain sang pemain.

Sebelumnya, pemain berusia 20 tahun itu melakukan debut yang cukup sulit di Premier League akhir pekan lalu saat ia dikenai dua penalti walaupun akhirnya Spurs menang 3-2 atas Wolves. Namun, ia memberikan respon permainan yang positif terhadap Palace dan menghantarkan klub menjadi pemenang setelah 66 menit pertandingan di Selhurst Park. Bahkan, dia disebut sebagai man of the match duel sengit tersebut.

Muricio Pochettino ditanya oleh wartawan, apakah dia memiliki keraguan tentang Foyth setelah pertandingan melawan Wolves beberapa waktu lalu, dia berkata: “Tidak, tidak ada keraguan. Dia sangat kecewa karena dia merasa bertanggung jawab, tapi itu pekerjaan untuk staf pelatih dan orang-orang di sekitarnya.

Pochettino melanjutkan; “Kami memiliki pengalaman dalam situasi seperti ini karena kami adalah pemain. Dengar ini, kami hanya tertawa tentang situasi itu karena untuk meningkatkan (kemampuan) Anda perlu membuat kesalahan, dan hanya dengan membuat kesalahan Anda dapat menemukan apa artinya (itu), dan hal demikian akan membantu dia untuk tidak mengulangi lagi situasi yang sama.

Lebih Semangat Lagi dengan Stadion Baru

Kemenangan atas Palace memberikan kegembiraan dan semangat bagi Spurs dan tentu saja para fans togel hk . Tapi, kegembiraan Pochettino juga disambut dengan adanya harapan bagi Foyth untuk tampil lebih maksimal. Pochettino mengatakan; “Dia sangat pintar dan dia memiliki banyak potensi. Dia memiliki kualitas dan saya tidak memiliki keraguan bahwa dia hanya butuh waktu, dan (jumlah) permainan untuk meningkatkan dan menunjukkan kualitas aslinya.”

Kemenangan di Palace adalah kemenangan ketujuh Tottenham dari delapan laga tandang Premier League musim ini. Ini menjadi prestasi yang menggembirakan. Prestasi tersebut akan bertambah ketika Spurs memiliki stadion sendiri. Sayangnya, mereka masih belum yakin kapan stadion baru mereka akan dibuka untuk umum, tetapi Pochettino mengatakan penggemar harus sabar dan harus bersemangat.

“Ketika saya melihat stadion, saya seperti ‘wow’. Sulit untuk berbicara karena (stadion) itu indah dan luar biasa. Saya pikir ini akan menjadi tempat yang luar biasa untuk menikmati sepakbola bagi para penggemar kami, dan para pemain,” ungkap Pochettino pada awak media. “Sekali lagi, saya akan mengatakan kepada penggemar untuk bersabar karena akan menjadi stadion terbaik di Eropa, pasti,” imbuhnya.

Dia juga menuturkan jika dirinya sedikit cemburu dengan para pemain karena mereka bermain dan berada di ruang ganti yang masih serba kurang. Tapi, semua akan segera beralih ke tempat yang lebih baik ketika stadion baru mereka akhirnya selesai dibangun. Menurut Pochettino, stadion tersebut sangat besar. Dia pun membayangkan; ”Saya ingin menjadi pemain berusia 20 tahun dan menjadi pemain, dan Tottenham menawari saya kontrak untuk bermain, itu akan luar biasa.”