Inspirasi

now browsing by category

 

Los Angeles Tetapkan 27 Februari Sebagai Hari Coco

Anggota Dewan kota Los Angeles yakni Gil Cedilo sudah mendeklarasikan hari Selasa (27/2) kemarin menjadi ‘Hari Coco di LA’. Darla K. Anderson, produser dari film Coco ini, serta Lee Unkrich, sang sutradara serta pemain film animasi Coco pasalnya akan menghadiri upacara deklarasi itu dilansir dari CNN Indonesia.

Sebuah band juga dikabarkan akan menampilkan 2 buah lagu hit yang muncul di film Coco ini yakni Remember Me dan Un Poco Loco.

Kisah Inspiratif dan Menyentuh Coco

Coco sendiri berkisah tentang petualangan bocah berumur 12 tahun bernama Miguel Rivera yang mana secara tidak sengaja berpindah ke dunia arwah pada momen Hari Orang Mati yang dirayakan di Meksiko dan akhirnya menemukan identitas leluhurnya.

Dalam kisah Coco, Miguel selalu memiliki keinginan untuk menjadi musisi dan menggunakan gitar tradisional Meksiko.

Baik dari sisi komersil maupun penilaian kritikus, film Coco ini bisa dikatakan sangat sukses. Film yang mampu menuai banyak pujian ini juga mendapatkan keuntungan yang sangat banyak yakni sebesar US $500 juta dari seluruh dunia menurut data yang didapatkan dari CNN Indonesia yang melansir dari Box Office Mojo.

Coco ini juga tercatat sebagai film yang hadir dengan pendapatan tertinggi dalam sejarah industri perfilman Meksiko. Tidak hanya itu, Coco juga membuat popularitas besar dari desa Paracho yang mana menjadi sentro produksi gitar tradisional yang ada di Meksiko juga langsung meroket.

Film animasi yang digarap oleh Pixar dan juga Disney ini juga suda memenangkan beberapa kategori film MGMPoker Terbaik Animasi dalam ajang Golden Globe 2018 yang berlangsung pada bulan lalu tepatnya 7 Januari 2018 waktu Los Angeles.

Dongkrak Popularitas Gitar Tradisional Meksiko

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, film Coco ini bisa mendongkrak popularitas dari gitar tradisional yang dibuat di Meksiko. Desa kecil yang ada di pedalaman Meksiko lah yang terkena dampak kesuksesan dari film ini yakni Desa Paracho yang mendadak menjadi sangat terkenal.

Diberitakan juga oleh CNN Indonesia, Desa Paracho ini merupakan desa sentra yang memproduksi gitar tradisional Meksiko yang mana digunakan dalam film Coco yang digarap oleh Lee Unkrich ini. Desa ini lokasinya ada di pedalaman dataran tinggi Sierra Madre dan juga desa itu tidak pernah mendapatkan sorotan dunia sebelum film Coco ini tayang. Akan tetapi setelah film ini ayang, desa ini makin terkenal.

Miguel menjadi tokoh utama dalam film ini di mana ia menggunakan gitar tradisional Meksiko yang dihasilkan oleh Desa Paracho ini. desa ini berpenduduk hanya 30.000 orang saja dan telah menjadikan produksi gitar tersebut sebagai mata pencaharian yang utama sejak berabad-abad yang lalu.

Konon katanya, seorang pendeta yang datang dengan penakluk Spanyol dulu ala memutuskan untuk mengajarkan penduduk asli desa itu untuk menyokong kehidupan ekonomi mereka. dan setelah berabad-abad berlalu, Paracho ini kemudian terkenal dengan sentra produksi gitar tradisional Meksiko.

Akan tetapi para pengrajin setempat mengaku bahwa kesuksesan Miguel menjadi tokoh utama dalam film ini di mana ia mengguna membawa popularitas desa ini bisa melintasi berbagai negara dan benua.

Gitar yang dibuat oleh seniman Paracho ini pasalnya dihargai dengan mulai dari 200 peso atau setara dengan Rp. 1,3 juta sampai lebih dari 20.000 peso atau setara dengan Rp. 14 juta yang mana dibuat dengan kayu khusus.