Berita Bola

now browsing by category

 

Wasit yang diprotes Buffon Juga Pernah Terima Kritik Mourinho dan Wenger

Wasit yang memberikan penalty untuk Real Madrid pada laga lanjutan Liga Champions Rabu (11/4) mala, Michael Oliver, pernah juga mendapatkan kritik dari Arsene Wenger dan Jose Mourinho saat memimpin laga Liga Premier Inggris.

Mengenal Michael Oliver

Oliver yang mana menjadi buah bibir karena dirinya memberikan keputusan penalti di mana keputusannya membuat Real Madrid menyingkirkan Juventus pada perempat final Liga Champions 2017/2018. Pria yang berasal dari Inggris tersebut bukan lah wasit baru dalam kompetisi antarklub nomor satu di Eropa itu. pengadil yang berumur 33 tahun tersebut telah memimpin pertandingan Liga Champions sejak tahun 2016 yang lalu.

Musim ini, selain dirinya memimpin laga yang berlangsung antara Real Madrid dan juga Juventus, Oliver pun menjadi wasit dalam 4 pertandingan togel online yang lainnya termasuk Besiktas yang melawan Bayern Munchen pada babak perdelapan final.

Karirnya sebagai korps baju hitam telah dimulai sejak tahun 2003. Tujuh tahun setelah itu, Oliver mendapatkan lisensi Liga Premier. Semenjak dirinya menjadi wasit di kompetisi sepak bola nomor 1 di Inggris di tahun 2010, ia menjadi terkenal dan tidak asing lagi dengan keluhan serta kritik dari kubu yang bertanding.

Mendapat Kritik dari Arsene Wenger dan Jose Mourinho

Arsene Wenger dan Jose Mourinho juga tak luput memberikan kritik pada Oliver. Pelatih-pelatih tersebut bahkan pernah mengkritik keras wasit yang menjadi fans dari Newcastle United tersebut.

Komplain Mourinho pada Oliver terjadi sesudah MU kalah dari Chelsea dengan skor 0-1 di babak perempat final Piala FA pada tahun 2017. Saat itu, Oliver memberikan 2 buah kartu kuning pada Andera Herrera sampai pemain asal Spanyol tersebut harus keluar dari lapangan di menit ke-35.

Mou yang saat itu mendatangi Oliver setelah pertandingan selesai tak melontarkan kritikan keras saat konferensi pers tentang Oliver, akan tetapi secara tak langsung, pelatih yang berasal dari Portugal tersebut merasa bahwa Herrera tak pantas mendapatkan kartu merah.

Ia mengatakan bahwa apa yang menjadi keputusan Oliver tersebut sudah membuat Setan Merah menderita sekali. Dalam laga melawan Chelsea itu, MU harus mau bermain dengan susunan 10 pemain saja. Dan saat ditemui setelah pertandingan selesai, Mou mengatakan bahwa MU tak pernah memenangkan 4 pertandingan jika dipimpin oleh Oliver. “Tuan Michael Oliver, seorang wasit yang potensinya luar biasa. Man United tak beruntung karena dirinya menjadi wasit pertandingan kami. Dalam empat pertandingan, ia sudah memberikan kami 3 hukuman penalti dan 1 kartu merah di masa awal laga. Namun lagi dan lagi, saya tak bisa berbuat banyak untuk hal ini,” katanya dilansir dari Indosport.

Sementara itu, Arsene Wenger, menyoroti bahwa kepemimpinan Oliver saat Arsenal kalah dari Manchester United dengan skor 1-3 pada ajang Liga Primer Inggris musim ini pun menjadi sorotan. Namun berbeda dengan Mou, Wenger malah secara terang-terangan menyatakan bahwa keputusan Oliver mengerikan serta mempengaruhi hasil akhir.

Dalam laga yang mana berlangsung dari Stadion Etihad di bulan November 2017 lalu, tercatat ada 6 buah kartu kuning keluar dari saku Oliver yang diberikan untuk pemain The Gunners. Tidak hanya itu, ia juga memberikan penalty untuk Manchster United yang ketika itu sukses dieksekusi oleh Sergio Aguero.

Akhirnya, di pertandingan itu The Gunners harus ditaklukkan oleh The Citizens dengan skor cukup mengecewakan, 1-3.

Meskipun Tampil Memukau, Batshuyi Pasrah Akan Nasibnya pada Conte

Michy Bathsuayi tampaknya tampil dengan sangat gemilang dan memukau saat dirinya tampil melawan Newcastle United dan membela timnya, Chelsea. Pada saat itu Chelsea bisa unggul dengan skor 3-0 di babak keempat Piala FA yang bertempat di Stamford Bridge pada hari Minggu (28/1) kemarin. Pasalnya dalam laga itu, dirinya sukses memborong 2 buah gol dari total 3 gol kemenangan The Blues.

Pasrah pada Nasibnya

Bathsuayi pasalnya diberitakan sangat sumringah dan gembira dapat mencetak brace ke gawang Newcastle. Bagaimana tidak, ia pasalnya jarang sekali mendapatkan kesempatan bisa tampil di tim utama Chelsea di sepanjang musim ini. “Ini hasil yang amat sangat bagus untuk tim dan saya sangat bahagia dengan ini. ketika saya mendapatkan kesempatan Bermain togel yang bagus saya akan memanfaatkannya dengan sangat baik,” ungkap Bathsuayi dilansir dari CNN Indonesia.

“Saya bekerja tiap harinya dan hari ini saya amat sangat senang bisa berada di sini,” imbuh pemain yang sejauh ini sudah genap mencetak 10 buah gol bersama dengan The Blues. Saat ia disinggung tentang masa depannya, suasana hati Bathsuayi pasalnya menjadi berubah. Ia menyarankan media untuk menginformasikan ini pada sang manajer, Antonio Conte. “Saya tak tahu soal ini (masa depan), lebih baik kalian berbicara dengan Conte,” ungkapnya saat ditanya soal ini.

Chelsea sendiri dikabarkan tengah mengincar pemain lainnya di bursa transfer Januari. Sejumlah striker yang jangkung seperti Peter Carouch, Edian Dzeko, dan juga Andy Carroll masuk ke dalam list buruan Antonio Conte. Apabila Chelsea berhasil mendapatkan penyerang tambahan di bulan Januari ini, maka Bathsuayi besar kemungkinannya bakal dipinjamkan kepada klub yang lainnya.

Sumbangan Bathsuayi Pada Chelsea

Terlepas dari masa depannya yang masih mengambang di Chelsea, nampaknya perjuangan Bathsuayi untuk Chelsea harus diperhitungkan termasuk usahanya membuat Chelsea akhirnya bisa menyingkirkan Newcastle United pada pertandinga babak keempat yang dihelat di Stadion Stamford Bridge pada hari Minggu kemarin.

Bathsuayi pasalnya menjadi bintang atas kemenangan yang didapatkan Chelsea dengan mencetak dua buah gol di menit ke-31 dan menit ke-44. Satu buah gol The Blues yang lainnya dibekukan oleh Marcos Alonso pada menit ke-72.

Alonso menjadi pencipta gol pertama Bathsuayi. Dan pencipta gol kedua, tendangan dari Bathsuayi yang mana memanfaatkan umpan dari Eden Hazard akhirnya bisa mengecoh kiper Karl Darlow dikarenakan terlebih dulu mengenai bek dari Newcastle.

Bathsuayi pasalnya menjadi pencetak gol paling banyak di Chelsea di ajang Piala FA di bawah kepemimpinan Antonia Conte. Dalam 2 musim ia mengemas 2 gol. Alonso menutup kemenangan Chelsea lewat tendangan bebas miliknya. Dan dengan total 7 gol dan juga 3 assist, Alonso pasalnya menjadi bek pertama yang dapat terlibat di dalam 10 gol atau bahkan lebih di musim ini.

Sususan pemain Chelsea saat melawan Newcastle saat itu antara lain: Michy Bathsuayi, Eden Hazard, Perdo, Callum Hudson, Odoi, Marcos Alonso, Ethan Ampadu, N’Golo Kante, Danny Drinkwater, Davide Zappacosta, Gary Cahill, Andreas Christensen, Antonio Ruediger, Wilfredo Caballore. Sedangkan untuk Newcastle sendiri susunan pemain saat itu adalah Dwight Gayle, Christian Atsu, Isaac Hayden, Matt Ritchie, Jonjo Shelver, Henry Saivet, Jacob Murphy, Javi Manquillo, Cheick Mbemba, Jamal Lascelles, Massadio Haidara, Ciaran Clark dan Karl Darlow.

Nampaknya apa yang telah diberikan Bathsuayi mesti menjadi bahan pertimbangan Conte untuk masa depannya di Chelsea.