November, 2020

now browsing by month

 

Ricky Nelson Memberi Petuah Untuk Generasi Muda Pemain Sepak Bola

Regenerasi selalu terjadi di industri sepakbola nasional. Artinya, para pemain senior akan segera pensiun dan digantikan oleh bintang-bintang muda. Sayangnya, tidak semua pemain baru dapat sukses berlaga di tingkat profesional. Melihat kondisi tersebut, Ricky Nelson turut memberi nasihat dan motivasi.

Siapa Ricky? Saat ini, beliau merupakan pelatih dari tim Sulut United. Karena kedekatan yang dia miliki dengan sepak bola untuk usia muda, dia ingin berbagi saran dan tips kepada generasi-generasi penerus yang ingin terjun di karir pro.

1. Sepak Bola Indonesia dan Bakat-Bakat Muda

Semua manajemen sepak bola di seluruh dunia pasti menggunakan strategi regenerasi. Mereka memanfaatkan semua bakat muda di kompetisi. Di Indonesia, metode tersebut juga diterapkan secara baik dan sudah ada sejak Liga 1 pertama kali diselenggarakan (sekitar tahun 2017).

Bahkan, pihak PSSI mengeluarkan aturan khusus togel online terbaik terkait penggunaan pemain muda di bawah umur 22 tahun. Edy Rahmayadi selaku mantan ketua organisasi tersebut menyatakan bahwa memang ada kewajiban seperti itu. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan bibit-bibit baru dan berlaga di kompetisi internasional.

Kini, kebijakan yang mirip diterapkan oleh ketua baru PSSI Mochamad Iriawan. Dia meminta semua klub untuk memiliki pemain yang berusia di bawah 20 tahun. Tujuannya adalah membentuk timnas U-20 guna melakoni laga Piala Dunia U-20 di tahun 2021 mendatang.

Masalahnya, usaha mendapatkan dan mengembangkan bibit baru tidaklah mudah. Semua klub harus bekerja ekstra dan bisa memotivasi para pemain tersebut. Selain itu, bakat dan kemauan keras dari sang generasi muda juga menentukan hasil akhirnya.

2. Pendapat Ricky Nelson

Di channel Youtube Dendi Santoso (pemain Arema FC), Ricky Nelson sempat memberi pesan khusus untuk para generasi muda yang baru pertama kali terjun di ajang profesional bersama tim-tim Liga 1. Menurutnya, dua modal terpenting yang harus mereka miliki adalah konsistensi dan komitmen.

Sang mantan pelatih tim Borneo FC ini menambahkan bahwa profesional adalah seseorang yang dibayar untuk pekerjaan yang dia lakukan dan kuasai. Seorang pro juga mendapat gaji penuh atas pekerjaan tersebut.

Komitmen pertama yang harus dimiliki terkait dengan kontrak kerja. Para pemain muda harus mempelajari kontrak dengan seksama dan mematuhi semua aturan yang berlaku. Selain itu, mereka wajib patuh terhadap aturan yang dimiliki klub atau tim tempat mereka bermain.

Pesan berikutnya adalah terkait komitmen dan konsistensi di lapangan. Artinya, semua pemain muda tidak boleh setengah-setengah dalam bertanding. Sebaliknya, mereka wajib memberikan performa 100% dan berjuang untuk kemenangan tim.

Menurut Ricky, performa yang bagus di lapangan tidak akan cukup. Semua pemain muda wajib memiliki sikap yang tepat dan mampu menjaga diri. Semua hal yang berdampak buruk terhadap disiplin berlatih harus dihilangkan. Ini termasuk bermain game online dan sibuk bersosial media. Ricky bukan melarang bermain game, namun menasehati untuk paham kapan waktu berlatih dan kapan waktu mendapatkan hiburan.

3. Ricky dan Akademi Sepak Bola Miliknya

Karena tertarik untuk menemukan dan mengembangkan bakat-bakat muda di sepak bola nasional, kini Ricky sudah memiliki dan mengelola sebuah akademi khusus yang bersistem mes. Di sana, para pemain bola mulai diajari disiplin dan disiapkan untuk berlaga di ajang profesional. Akademi tersebut menerima pemain mulai dari umur 13.

Lokasinya di Lawang, Malang. Lalu, kenapa harus menerapkan sistem boarding house? Ricky berujar bahwa sistem ini secara khusus memisahkan anak-anak dari pengaruh dunia luar dan bisa lebih fokus di dunia sepak bola.