OJK Ingatkan Masyarakat Waspadai Pinjol di Musim Corona Ini

Di masa-masa pandemic Orang ini banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan kondisi ekonomi mereka menurun drastis. Bagaimana tidak karena banyak pegawai yang dirumahkan Bahkan mereka harus di PHK Karena perusahaan mereka tidak mampu lagi membayar biaya operasional. sehingga mereka harus menemukan jalan yang lainnya supaya mereka masih bisa mencari nafkah setiap harinya atau menghidupi  kebutuhan sehari-hari mereka. 

OJK Ingatkan Jangan Terjebak di Pinjol Selama Masa- Masa Corona Ini

Namun Satgas Waspada Investasi OJK pasalnya meminta pada masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi Terhadap Peningkatan tawaran pinjaman dari fintech lending yang tidak berizin. tidak cuma itu saja mereka juga meminta masyarakat untuk mewaspadai tawaran investasi ilegal yang mana mulai bermunculan dengan memanfaatkan tekanan ekonomi Akibat penyebaran virus Corona yang belakangan ini terjadi. 

“Saat ini memang masih marah penawaran fintech lending ilegal yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.  dan sasaran mereka adalah masyarakat yang membutuhkan uang cepat guna memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif,” ungkap Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing  dalam keterangan resminya hari Rabu (29/4). 

Menurut Tongam  sendiri, penawaran pinjaman dari fintech lending yang tidak berizin ini sangat amat merugikan bagi. Menurutnya selain mengenakan bunga yang sangat tinggi dan juga jangka waktu pinjaman yang pendek mereka juga bakal meminta akses semua data kontak di handphone peminjamnya. “Ini sangat berbahaya karena data ini bisa disebarkan dan juga digunakan untuk alat mengintimidasi saat penagihan,” katanya. 

Satgas Waspada Investasi Temukan 18 Kegiatan Usaha yang Merugikan 

Panjang bulan April, Satgas sendiri menemukan ada 81 fintech peer to peer lending ilegal.  Sehingga  total yang telah ditangani oleh Satgas waspada investasi sejak tahun 2018 sampai dengan April 2020 sebanyak 2486 entitas. Tongam juga meminta supaya masyarakat yang memanfaatkan pinjaman fintech lending menggunakan dana hanya untuk kepentingan yang produktif dan juga bertanggung jawab Bunda mengembalikan pinjaman tersebut sesuai dengan waktu perjanjian lintastoto yang sudah disepakati.

Selain itu, pada bulan april ini Satgas Waspada Investasi pun menghentikan 18 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa adanya izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi bisa merugikan masyarakat.  modus dari penawaran investasi 18 perusahaan ini sangat amat merugikan karena memanfaatkan ketidak pahaman masyarakat untuk bisa menipu mereka dengan cara mengiming-imingi pemberian imbalan hasil yang sangat tinggi dan termasuk tidak wajar. 

Tidak cuma itu banyak juga kegiatan yang mendominasi laman entitas yang memiliki izin sehingga seolah-olah laman itu memiliki izin yang resmi milik entitas yang memiliki izin, padahal tidak. dan dari 18 entitas tersebut diantaranya melakukan kegiatan sebagai berikut: 12 penawaran investasi uang tanpa izin,  dua Multi Level Marketing tanpa izin, 1 investasi emas tanpa izin, satu kegiatan undian berhadiah tanpa izin,  1 Crypocurrency atau crypto asset tanpa izin, dan satu Perdagangan Forex tanpa izin. 

Satgas Waspada Investasi OJK Juga beberapa waktu yang lalu menyebutkan ada 20 entitas usaha pemasaran produk dan juga penawaran investasi ilegal yang masih beroperasi Sampai dengan saat ini.  dan Sampai dengan saat ini otoritas tersebut masih terus memantau kegiatan dari 20 entitas yang dimaksud itu. 

Tongam  menyatakan bahwa entitas yang dipantau tersebut antara lain adalah PT  Nusa Media Creative (NMC), PT bisnis cerdas Indonesia,  PT satu Anugerah bersama, www.ptdanareksa.com, www.flashin.co.id, www.olivezaitun.com, dan www.netklikshare.com




Comments are Closed