Juni, 2020

now browsing by month

 

Apa Plus Minus Terapi Plasma Darah untuk Obati Pasien Corona

Pandemic virus Corona masih saja berlangsung sampai saat ini. dan Sayangnya belum ada negara termasuk Indonesia yang mampu menciptakan vaksin untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus SARS CoV-2  ini. 

Terapi Plasma Darah untuk Obati Pasien? 

Di tengah menanti kehadiran vaksin, sejumlah negara diketahui sudah menggunakan terapi plasma darah atau yang dikenal dengan konvalesen dan sebagai langkah sementara untuk menyembuhkan atau membantu penyembuhan orang sakit ataupun sekarat akibat virus Corona. melansir dari CNN Indonesia,  terapi  plasma darah konvalesen  sendiri sudah dipakai oleh dunia medis selama seabad tersebut dilakukan dengan menyebar dari pasien yang sembuh dari COVID-19 dan memasukkannya kembali ke orang yang sakit. 

Salah seorang yang mempelajari tentang terapi plasma darah konvalesen yang bernama Elliott Bannet-Guerrero  mengatakan, “ saya menganggapnya sebagai jembatan, sampai kita bisa mengembangkan vaksin yang dapat terbukti aman dan juga efektif dan bisa diproduksi dalam jumlah massal.”  itulah yang disampaikannya pada pasien Ca feed di Stony Brook Medicine. 

Bennett-Guerrerosendiri mengatakan bahwa darah indotogel dari seseorang yang sembuh dari infeksi virus Corona baru kaya dengan antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuhnya. Sehingga, Tia berkata bahwa pemberian plasma darah yang diresapi antibodi pada orang yang baru sakit yang mungkin belum memiliki antibodi diharapkan bisa membantu penyembuhan menjadi jauh lebih cepat. Bennett-Guerrero  juga berkata bahwa plasma darah konvalesen ini bisa meningkatkan kemampuan tubuh yang luar bisaa untuk mengembangkan antibodi dan juga Kekebalan terhadap patogen. 

“Kami mentransfer faktor-faktor pelindung itu lewat darah kepada orang-orang yang sakit dan belum mampu meningkatkan kekebalan tubuhnya,” ungkapnya lagi. 

Sebenarnya terapi plasma darah konvalesen  ini diketahui telah digunakan sebagai pengobatan jauh-jauh hari bahkan sejak tahun 1890-an. Pada saat itu ketika darah dari korban sembuh diberikan pada pasien Difteri.  selama pandemi flu tahun 1918 juga menunjukkan bahwa terapi plasma darah tersebut adalah pengobatan yang efektif. bahkan mengelola  puluhan penyakit pada abad itu misalnya saja cacar air dan juga campak. 

Masih Jadi Pilihan Terakhir Pengobatan Pasien Virus Corona

Data awal pada segelintir pasien di Cina menunjukkan bahwa mereka menjadi lebih baik sesudah menerima impuls plasma darah dari pasien yang sembuh. Akan tetapi data tersebut masih belum cukup untuk mengatakan bahwa plasma darah berhasil mengobati pasien yang terinfeksi virus Corona dengan pasti.  para peneliti di Amerika Serikat menjalankan studi terkontrol untuk melihat apakah pasien yang menerima plasma darah meningkat lebih cepat dari pada pasien yang tidak.  Direktur Medis di Pusat Medis Universitas Nebraska Scott Koepsell  berkata bahwa transfusi plasma darah masih merupakan pilihan terakhir pengobatan virus Corona. 

“Ini adalah teknik lama. Sebenarnya adalah pendekatan yang bermaksud baik tetapi memiliki banyak variabilitas dan juga keterbatasan,” ungkap Koepsell yang sudah mengumpulkan plasma darah dari para pencinta virus Ebolla.  Ia juga mencontohkan setiap orang yang sembuh dari infeksi bakal memiliki campuran zat kekebalan yang sedikit berbeda dalam plasma darah mereka sehingga setiap orang yang sakit yang diobati dengan plasma darah mendapat perawatan yang sedikit berbeda  juga. 

Bagian tersebut bisa membuat para peneliti sangat sulit untuk mengetahui apakah terapi plasma darah ini umumnya efektif atau tidak.  Terapi  juga Tergantung pada apakah pasien mendapatkan batch plasma yang benar-benar baik atau yang buruk. Peneliti medis sekarang ini sedang mencoba untuk mengatasi masalah tersebut dengan hanya memungkinkan para penyintas dengan tingkat antibodi yang tinggi untuk mengembangkan plasma darahnya namun plasma darah masih akan bervariasi dari donor. 

OJK Ingatkan Masyarakat Waspadai Pinjol di Musim Corona Ini

Di masa-masa pandemic Orang ini banyak sekali masyarakat yang mengeluhkan kondisi ekonomi mereka menurun drastis. Bagaimana tidak karena banyak pegawai yang dirumahkan Bahkan mereka harus di PHK Karena perusahaan mereka tidak mampu lagi membayar biaya operasional. sehingga mereka harus menemukan jalan yang lainnya supaya mereka masih bisa mencari nafkah setiap harinya atau menghidupi  kebutuhan sehari-hari mereka. 

OJK Ingatkan Jangan Terjebak di Pinjol Selama Masa- Masa Corona Ini

Namun Satgas Waspada Investasi OJK pasalnya meminta pada masyarakat untuk lebih berhati-hati lagi Terhadap Peningkatan tawaran pinjaman dari fintech lending yang tidak berizin. tidak cuma itu saja mereka juga meminta masyarakat untuk mewaspadai tawaran investasi ilegal yang mana mulai bermunculan dengan memanfaatkan tekanan ekonomi Akibat penyebaran virus Corona yang belakangan ini terjadi. 

“Saat ini memang masih marah penawaran fintech lending ilegal yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.  dan sasaran mereka adalah masyarakat yang membutuhkan uang cepat guna memenuhi kebutuhan pokok atau konsumtif,” ungkap Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing  dalam keterangan resminya hari Rabu (29/4). 

Menurut Tongam  sendiri, penawaran pinjaman dari fintech lending yang tidak berizin ini sangat amat merugikan bagi. Menurutnya selain mengenakan bunga yang sangat tinggi dan juga jangka waktu pinjaman yang pendek mereka juga bakal meminta akses semua data kontak di handphone peminjamnya. “Ini sangat berbahaya karena data ini bisa disebarkan dan juga digunakan untuk alat mengintimidasi saat penagihan,” katanya. 

Satgas Waspada Investasi Temukan 18 Kegiatan Usaha yang Merugikan 

Panjang bulan April, Satgas sendiri menemukan ada 81 fintech peer to peer lending ilegal.  Sehingga  total yang telah ditangani oleh Satgas waspada investasi sejak tahun 2018 sampai dengan April 2020 sebanyak 2486 entitas. Tongam juga meminta supaya masyarakat yang memanfaatkan pinjaman fintech lending menggunakan dana hanya untuk kepentingan yang produktif dan juga bertanggung jawab Bunda mengembalikan pinjaman tersebut sesuai dengan waktu perjanjian lintastoto yang sudah disepakati.

Selain itu, pada bulan april ini Satgas Waspada Investasi pun menghentikan 18 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa adanya izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi bisa merugikan masyarakat.  modus dari penawaran investasi 18 perusahaan ini sangat amat merugikan karena memanfaatkan ketidak pahaman masyarakat untuk bisa menipu mereka dengan cara mengiming-imingi pemberian imbalan hasil yang sangat tinggi dan termasuk tidak wajar. 

Tidak cuma itu banyak juga kegiatan yang mendominasi laman entitas yang memiliki izin sehingga seolah-olah laman itu memiliki izin yang resmi milik entitas yang memiliki izin, padahal tidak. dan dari 18 entitas tersebut diantaranya melakukan kegiatan sebagai berikut: 12 penawaran investasi uang tanpa izin,  dua Multi Level Marketing tanpa izin, 1 investasi emas tanpa izin, satu kegiatan undian berhadiah tanpa izin,  1 Crypocurrency atau crypto asset tanpa izin, dan satu Perdagangan Forex tanpa izin. 

Satgas Waspada Investasi OJK Juga beberapa waktu yang lalu menyebutkan ada 20 entitas usaha pemasaran produk dan juga penawaran investasi ilegal yang masih beroperasi Sampai dengan saat ini.  dan Sampai dengan saat ini otoritas tersebut masih terus memantau kegiatan dari 20 entitas yang dimaksud itu. 

Tongam  menyatakan bahwa entitas yang dipantau tersebut antara lain adalah PT  Nusa Media Creative (NMC), PT bisnis cerdas Indonesia,  PT satu Anugerah bersama, www.ptdanareksa.com, www.flashin.co.id, www.olivezaitun.com, dan www.netklikshare.com