February, 2018

now browsing by month

 

Sean Gelael Jadi Pebalap Indonesia Kedua di Ajang F1?

Kiprah pebalap muda Indonesia, Sean Gelael, untuk bisa melaju di ajang balap paling bergengsi di dunia, Formula 1 (F1) sepertinya tak hanya mimpi semata. Bahkan pemuda berusia 21 tahun itu memiliki kemungkinan berbuat jauh lebih baik daripada seniornya, Rio Haryanto. Sean memang tercatat sudah pernah mencicipi keseruan melaju di lintasan F1 saat jadi pebalap di empat sesi latihan bebas I musim 2017 di Singapura, Malaysia, Amerika Serikat dan Meksiko.

 

Dengan statusnya sebagai pebalap tes tim Toro Rosso, Sean pun diberi kesempatan melaju di Bahrain, Hungaria dan Uni Emirat Arab. Tak heran kalau akhirnya mahasiswa Universitas Bath di Inggris itu digadang-gadang mampu berkiprah di level F1 karena sudah membuat Toro Rosso terpikat. Bahkan di musim 2018 ini, Sean menjadi bagian tim kuat F2, Prema Racing, yang semakin membuat impiannya bisa jadi pebalap F1 terwujud. Hanya saja rupanya putri aktris senior Rini S Bono itu diminta untuk tidak memikirkan F1 dan lebih fokus pada kariernya di Prema.

 

“Ini bukan berarti dia langsung terhubung ke program pengembangan pebalap Red Bull, dia terikat dengan Toro Rosso. Sekarang kita lihat saja apa yang bakal terjadi, tapi saya melihat dia bisa ikut beberapa sesi FP1 bersama kami lagi. Tapi kita mesti bersabar karena dia butuh konsentrasi penuh di F2,” ungkap Franz Tost selaku Tim Prinsipal kepada Detiksport.

 

Sang Ayah Sebut Sean Akan Terjun ke F1 di 2019

 

Banyaknya dukungan agar Sean bisa melaju di kelas F1 pun ditanggapi positif oleh Ricardo Gelael, ayah kandung Sean. Putra kandung konglomerat Dick Gelael sang pemilik PT Fast Food Indonesia yang menaungi ribuan outlet waralaba KFC di Indonesia itu pun angkat bicara. Hanya saja menurut Ricardo, Sean saat ini sedang fokus di ajang F2. Apalagi bersama Prema, Sean sukses selalu finish di dua besar klasemen konstruktor dan meraih juara dunia dalam dua musim terakhi.

 

Menjadi tahun ketiganya berlaga di F2, publik pun mulai mendesak Sean bisa mengikuti jejak Rio, Hanya saja rupanya Ricardo tak mau buru-buru dan malah meminta publik menilai permainan sang putra. Karena menurut Ricardo, kelemahan Sean memang tidak bisa tampil konsisten di kualifikasi. “Pokoknya kalau kita sih lebih cepat lebih bagus. Kalau hasilnya bagus, terakhir sih bagus jadi kita lihat proses aja.”

 

Nasib Sean dan Rio Sangat Berbeda

 

Bicara soal prestasi, Sean memang harus mengakui kalau Rio jauh lebih hebat. Karena Rio sudah berhasil melaju di lintasan F1 lewat tim Manor Racing meskipun akhirnya harus mengundurkan diri di tengah musim karena kekurangan dana. Saat itu Rio diharuskan membayar 15 juta euro yang hanya mampu terbayarkan setengahnya sehingga membuat status Rio sebagai pebalap result hongkong utama Manor digantikan oleh Sebastian Ocon.

 

Tak banyak yang tahu kalau Sean dan Rio memiliki kemiripan yakni sama-sama cucu dari seorang konglomerat kaya raya. Untuk Rio, dia adalah putra dari Sinyo Haryanto, perusahaan yang memproduksi buku tulis dan kertas dengan merk KIKY. Sementara Sean jauh lebih bergelimang rupiah karena kakeknya adalah pemilik hak waralaba KFC di Indonesia. Sehingga secara logis, pundi-pundi keuangan Sean akan jauh lebih kuat daripada Rio. Hanya saja pertanyaannya, apakah Sean mampu berbicara banyak di ajang F1 nanti?

Usai Infinity War, Sebastian Stan Akan Jadi Capten Amerika?

 

Marvel Studios semakin menjanjikan seiring dengan akan dirilisnya Avengers: Infinity War, film terbesar yang ada, paling tidak untuk saat ini. Film ini sudah seharusnya memiliki daya tarik yang sangat besar dari penonton. Tentu, bukan hanya dari ceritanya tetapi juga ada kemungkinan kuat bahwa tidak setiap anggota Avenger akan hidup usai film ini. Artinya, beberapa anggota Avengers akan meninggal di film ini. Lalu, apakah Sebastian Stan akan tetap menjadi Captain Amerika?

Sebastian Stan: Captain Amerika Akan Berbeda

Untuk beberapa hal, ada satu hal yang bisa dipastikan yakni tentang Steve Rogers, dimana karakter yang diperankannya alami kematian sesuai dengan komik dan kontrak Chris Evans yang akan berakhir dengan Marvel. Nah, selain itu banyak yang berasumsi bahwa orang lain akan mengambil alih karakter Captain America, dengan pilihan utama adalah Bucky Barnes.

Inilah yang dikatakan Sebastian Stan terkait masalah ini: “Maksudku, ya aku akan sangat menyukainya pada suatu hari, sungguh. Saya tidak tahu kapan hari itu, dan saya hanya berpikir … itu akan menjadi Captain America yang sangat berbeda yang Anda kenal, Anda tidak akan bisa memiliki Captain America yang sama seperti sekarang karena dia berbeda orang.”

“Sekali lagi, ada masalah di mana kita harus membuat suatu hal dapat dipercaya dan mereka harus memberinya tanggung jawab itu, Anda tahu, untuk mengisi sepatu itu, dan itu adalah sepatu yang sulit untuk diisi. Jadi saya pikir hal itu mungkin, (tapi) saya benar-benar melakukannya, tapi itu harus masuk akal dan kita mungkin memerlukan sedikit waktu lagi.”

Dalam komik, setelah Steve Rogers terbunuh menyusul peristiwa Perang Saudara (Civil War), Bucky Barnes mengambil alih posisi sebagai Captain America. Dengan melihat Bucky yang telah menghabiskan beberapa dekade terakhir ini untuk membunuh orang sebagai Soldier Winter yang dicuci otaknya, dia benar-benar berjuang keras untuk menghapus masa lalunya.

Sebastian Stan Siap Ambil Peran Captain America

Hal di atas dibuat dengan tujuan untuk menjadikan perjalanan seorang karakter menjadi lebih menarik. Penggemar Togel Online sendiri telah lama menunggu untuk bisa melihat permainan dinamis ini seperti ini di layar lebar. Jadi, tidak hanya bersifat monoton. Menariknya, Sebastian Stan – aktor yang memainkan karakter Bucky di MCU – telah siap untuk menjadi Captain America menggantikan sebelumnya.

Dalam sebuah acara di Wizard World St. Louis, Sebastian Stan ditanyai apakah dia ingin mengambil alih posisi Captain America di bioskop. Jawabannya pasti ya, tapi dia tidak tahu kapan itu bisa terjadi. Bucky masih tidak bisa dipercaya sepenuhnya selagi program Winter Soldier-nya masih ada di otaknya, jadi dia mungkin membutuhkan lebih banyak waktu sebelum seseorang memberinya perisai Captain Amerika.

Pasti akan menyenangkan jika kita bisa melihat orang lain mengambil alih jubah Kapten Amerca di film-film masa depan. Kita tahu bahwa MCU tidak akan terlihat sama dengan Avengers 4, jadi masuk akal jika seseorang akan menjadi pengganti jika terjadi Steve Rogers mati. Bucky mungkin bisa menjadi pilihan yang paling jelas tapi Sam Wilson juga pernah menjadi Capten Amerika dan salah satu dari keduanya akan menjadi pilihan menarik.

Kita akan bisa melihat apakah beberapa spekulasi di atas akhirnya terwujud saat Avengers: Infinity War tiba di bioskop pada tanggal 4 Mei 2018. Anda bisa terus mengikuti update terbaru Avengers 4 Infinity War ini di sini. Pastinya, jika Anda penggemar film-film Marvel, tidak akan melewatkan kabar terbaru tentang Infinity War dan film Marvel lainnya yang akan segera dirilis.

Rekan Anyar Scott Lang dalam Cuplikan Ant-Man and the Wasp

Apakah kalian pernah merasa penasaran dengan sosok The Wasp dalam film Ant-Man and The Wasp? Sebelumnya, Ant-Man and The Wasp adalah film sekuel dari film superhero Marvel berjudul Ant-Man, film yang bercerita tentang pria yang bisa mengecil seukuran semut dan juga bisa berkomunikasi dengan mereka. Dalam cuplikan perdana yang mana dikeluarkan Marvel beberapa waktu yang lalu, di sana terlihat dengan jelas bahwa Hope van Dyne (Evangeline Lilly) merupakan The Wasp.

Cuplikan yang Menarik

Ia menjadi pahlawan super yang beraksi dan mendampingi Ant-Man di dalam film tersebut. Cuplikan yang durasinya kurang dari 2 menit tersebut diawali dengan perbincangan Scott Lang atau Ant-Man itu sendiri yang mana masih deiperankan oleh Paul Rudd dengan Hope. “Saat Captain America butuh bantuan, apabila saya memintamu, apa kau akan datang?” demikianlah apa yang Scott tanyakan.

Dan di sebuah ruangan, juga dalam kostum pahlawan super seperti rekannya, Hope kemudian menjawab, “Saya rasa kita semua tak akan tahu. Tapi jika kau harus tahu, kau tak akan tertangkap.”

Perbincangan raja poker online yang terjadi di sebuah ruangan tersebut merujuk pada perpecahan antara Captain Americadan juga Iron Man yang ada di film Captain America: Civil War. Ketika keduanya terbagi menjadi 2 kubu, Scott ditemukan oleh Hawkeye dan juga Falcon dan diminta untuk membantu mereka. Cengengesan dan ia menjabat tangan Captain.

Kemudian cuplikan tersebut dilanjutkan dengan adegan agen Federal Bureu of Investigation (FBI) yang menggeledah sebuah rumah. Mereka pun mengepung Hope dan juga Dokter Hank Pym yang mana masih dipernakan oleh Michael Douglas yang ada di sebuah hutan. Mereka skarang menjadi pelarian.

Adegan kejar-kejaran di jalanan juga tak ayal menjadi salah satu daya tarik di sana. Yang tak kalah menakjubkan juga, teknologi pengecil dan juga pembesar yang diciptakan oleh Hank Pym lebih banyak terlihat di dalam cuplikan tersebut. Tak hanya membesarkan dan juga mengecilkan Ant-Man dan The Wasp namun juga barang-barang yang lainnya seperti misalnya gedung, mobil dan bahkan juga permen yang ada di kotak Hello Kitty.

Kelihaian The Wasp bertarung juga diperlihatkan dengan jelas di sana meskipun kostumnya sedikit membuat Scott iri karena rekannya itu memiliki sayap sehingga bisa terbang tanpa butuh adanya bantuan semut bernama ‘Anthony’ seperti layaknya ia. The Wasp juga digambarkan lebih canggih dengan alat penembak.

Sekuel Ant-Man

Sekuel Ant-Man ini bercerita tentang usaha dari Scott menjadi ayah yang baik sesudah membantu tim Captai America melawan tim Iron Man di dalam film Captai America: Civil War. Akan tetapi di waktu bersamaan, Hope dan juga Hank Pym memberi dirinya misi yang baru yang mana berkaitan dengan masa lalu.

Selain kostumnya yang lebih canggih dan juga aksinya yang lebih menonjol, di dalam cuplikan ini diperlihatkan karakter penjahat baru yang namanya Ghost yang mana diperankan oleh Hannah John-Kamen. Karakter tersebut berbeda dengan komik karena Ghiost yang kali pertama muncul di komik Iron Man #219 sebenarnya juga diceritakan sebagai laki-laki. Akan tetapi di dalam film ini ia diperankan oleh perempuan.

Di dalam komik juga, Ghost menyabotase teknologi yang telah diciptakan Tony Stark. Dan diperkirakan dalam film Ant Man ini Ghost akan menyabotase teknologi yang diciptakan oleh Hank Pym. Film Ant-Man and The Wasp akan rilis Juli mendatang.